July 1, 2017

Tumbuhan Dan Binatang Tak Pernah Serakah



Pagi itu saya sedang menulis sebuah artikel. Setelah beres mengetik, terdengar suara angsa dari luar rumah. Hati ini penasaran, lalu kulihat ke luar, terdapat dua angsa tetangga sedang asyik mematuki daun tanaman hias yang kutanam. Sejenak saya berpikir, dan mencoba mengamati perilaku angsa tersebut. Badan angsa ini jauh lebih kurus dari angsa yang dipelihara dengan baik. Saat kulihat tembolok, tempat mereka menyimpan makanan, tampak begitu kempes. Dalam hati berbisik "Apakah angsa ini tidak pernah dikasih makan?"
Tak tega rasanya kalau harus mengusir mereka yang sedang sarapan di pagi hari. Tapi, di sisi lain, saya merasa kasihan pada tanaman hias yang daunnya hampir gundul dipatuk angsa. Padahal, terletak tanggung jawab yang besar ketika kita memelihara binatang dan merawat tanaman. Jangan anggap mereka sebagai mahluk yang tak punya rasa. Mereka juga sama seperti kita, binatang dan tanaman punya rasa lapar dan haus. Binatang harus diberi makan dan minum, tanaman harus dipupuk dan disiram.
Setelah saya usir sepasang angsa, datang segerombolan ayam berjumlah empat. Satu betina, tiga jantan. Hati ini langsung berkata, "si ayam melakukan poliandri".hehehe. Tapi, sah-sah saja karena mereka adalah binatang. Beda halnya dengan manusia jika melakukan poliandri, itu adalah mutlak keserakahan atas dasar nafsu yang merusak.

No comments:

Post a Comment

ENTRI UNGGULAN

MiniTani Sebagai Solusi di Saat Pandemi

"Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman". Nah, itulah sekelumit lirik lagu "kolam sus...